Internet of Things : Pengertian, Sejarah, Kelebihan dan Kekurangannya

Comments · 126 Views

nternet of Things (IoT) atau Internet untuk segala adalah sebuah konsep yang mengacu pada jaringan objek fisik yang terhubung ke internet dan dapat saling bertukar data tanpa perlu campur tangan manusia. Dengan kata lain, IoT merujuk pada kemampuan suatu benda atau perangkat untuk terhubun

Sejarah Internet of Things 

IOT atau Internet of Things pertama kali dicetuskan oleh Kevin Ashton, seorang pionir teknologi Inggris, pada tahun 1999 saat bekerja di Pusat Auto-ID Massachusetts Institute of Technology (MIT). Ia menyatakan bahwa sebuah objek atau benda bisa berkomunikasi dengan internet melalui sensor yang terpasang di dalamnya, sehingga dapat terkoneksi dengan perangkat lainnya. Saat itu, IOT belum banyak diperbincangkan dan belum ada teknologi yang dapat mendukung konsep tersebut. Barulah pada awal tahun 2000-an, teknologi sensor dan jaringan nirkabel mulai berkembang dan memungkinkan IOT untuk direalisasikan. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak perusahaan dan pengembang yang tertarik untuk mengembangkan IOT, sehingga membuatnya semakin berkembang dan menjadi hal yang sangat penting di era digital saat ini. 

Kelebihan dan Kekurangan Internet of Things 

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan Internet of Things: 

Kelebihan Internet of Things

  • Efisiensi dan Produktivitas: IoT dapat membantu organisasi atau individu untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui pengumpulan dan analisis data secara real-time. 
  • Peningkatan Kualitas Hidup: IoT dapat membantu memantau kesehatan dan keamanan seseorang, serta menghubungkan mereka dengan teknologi yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka. 
  • Peningkatan Efisiensi Energi: IoT dapat digunakan untuk mengontrol dan memantau konsumsi energi dalam sebuah bangunan atau gedung, dan kemudian dapat digunakan untuk mengoptimalkan konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi. 
  • Kemudahan Pengoperasian: IoT membuat perangkat yang terhubung lebih mudah untuk dioperasikan dan dikontrol, terutama melalui aplikasi mobile atau web yang mudah digunakan. 
  • Kemampuan untuk Membuat Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik: IoT dapat membantu organisasi atau individu untuk membuat keputusan yang lebih baik dan lebih cepat melalui analisis data secara real-time. 

Kekurangan Internet of Things

  • Keamanan: IoT sering kali menjadi target serangan siber dan keamanan dapat menjadi masalah yang signifikan ketika perangkat IoT terhubung ke jaringan. 
  • Privasi: Karena IoT mengumpulkan data secara terus-menerus, kekhawatiran privasi dapat muncul karena data pribadi dapat disalahgunakan jika jatuh ke tangan yang salah. 
  • Kompleksitas: IoT dapat menjadi sangat kompleks dengan banyak perangkat yang terhubung dan kemampuan untuk mengontrol semuanya, dan ini dapat menjadi tantangan bagi organisasi atau individu yang tidak terbiasa dengan teknologi IoT. 
  • Biaya: Biaya untuk membangun, menginstal, dan memelihara infrastruktur IoT dapat menjadi sangat mahal, terutama jika organisasi atau individu membutuhkan perangkat IoT khusus. 
  • Ketergantungan pada Internet: IoT memerlukan koneksi internet yang stabil dan kuat untuk berfungsi, dan jika koneksi internet terputus atau tidak stabil, maka IoT tidak akan berfungsi dengan baik. Cara Kerja Internet of Things 

Cara kerja IoT

didasarkan pada koneksi internet dan teknologi sensor. Pertama-tama, perangkat IoT dilengkapi dengan sensor yang mampu mendeteksi berbagai jenis data, seperti suhu, kelembaban, cahaya, gerakan, dan lain sebagainya. Data yang terkumpul dari sensor tersebut kemudian dikirim ke server melalui koneksi internet. 

Server yang menerima data dari perangkat IoT kemudian memproses data tersebut untuk diambil kesimpulan atau keputusan tertentu. Proses ini sering disebut sebagai “analytics”. Hasil dari proses analytics kemudian dikirim kembali ke perangkat IoT untuk diterapkan pada sistem atau perangkat tersebut. 

Contoh sederhana cara kerja IoT adalah termostat pintar yang terhubung dengan sistem pemanas atau pendingin ruangan. Termostat akan mengukur suhu di dalam ruangan dan mengirimkan informasi tersebut ke server. Server kemudian akan memproses data dan mengambil keputusan apakah perangkat pemanas atau pendingin perlu diaktifkan atau dimatikan. Keputusan tersebut kemudian dikirim kembali ke termostat untuk diterapkan pada sistem pemanas atau pendingin ruangan. 

Secara umum, IoT memungkinkan perangkat untuk saling terhubung dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan tertentu, seperti menghemat energi, meningkatkan efisiensi produksi, atau meningkatkan kenyamanan pengguna. 

Manfaat Internet of Things 

Internet of Things (IoT) memiliki banyak manfaat, di antaranya: 

  • Efisiensi dan Produktivitas: IoT memungkinkan perangkat untuk saling berkomunikasi dan berinteraksi secara otomatis, menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi dan produktivitas yang lebih baik dalam bisnis dan industri. 
  • Keterjangkauan: Teknologi IoT semakin terjangkau dan mudah diakses, sehingga dapat digunakan dalam berbagai skala, dari bisnis kecil hingga besar. 
  • Kemudahan dan kenyamanan: IoT memungkinkan kontrol jarak jauh dan otomatisasi banyak perangkat, sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari. 
  • Penghematan Energi: IoT dapat membantu dalam penghematan energi, mengurangi biaya operasional dan dampak lingkungan. 
  • Peningkatan Keamanan: IoT dapat membantu meningkatkan keamanan melalui sistem pemantauan otomatis dan deteksi dini. 
  • Data dan Analitik: IoT dapat menghasilkan data yang dapat digunakan untuk analisis dan pengambilan keputusan yang lebih baik dalam bisnis dan industri. 
  • Peningkatan Kualitas Hidup: IoT dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas hidup melalui sistem kesehatan dan rumah pintar, dan dapat membantu mengatasi masalah kesehatan dan lingkungan. 

Namun, ada juga beberapa kekhawatiran mengenai keamanan data dan privasi yang perlu diperhatikan dalam implementasi teknologi IoT. 

Comments