White Label Marketing: Apa Itu, Manfaat, dan Tips Melakukannya

Comments · 416 Views

Terkadang, suatu perusahaan akan melakukan outsource untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitasnya. Nah, white label marketing adalah salah satu bentuk dari outsource tersebut.

Apa Itu White Label Marketing?

Menurut Boost Blogwhite label marketing adalah ketika perusahaan, agensi, atau brand menggunakan jasa pihak eksternal untuk melakukan kegiatan marketing-nya.

Namun, produk dari strategi marketing yang telah dibuat akan tetap menjadi milik perusahaan atau brand yang menggunakan jasa eksternal.

White label marketing memungkinkan sebuah brand untuk melakukan marketing campaign hingga berkomunikasi dengan konsumen tanpa perlu memakan banyak biaya.

Sehingga, hal ini memungkinkan brand untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya ke hal lainnya demi perkembangan bisnis.

Adapun aspek-aspek marketing campaign yang umumnya dilakukan dalam white label marketing adalah sebagai berikut.

  • digital advertisement
  • SEO
  • campaign di media sosial
  • konten media sosial
  • website design
  • konten campaign tertulis
  • email marketing
  • inbound marketing

Setiap brand atau perusahaan, baik masih baru terbentuk atau sudah besar, dapat menggunakan white label marketing untuk kepentingan strategi marketing-nya.

Sebagai contoh, sebuah brand yang baru terbentuk dan belum memiliki tim marketing internal dapat memakai jasa agensi digital marketing untuk kepentingan pemasarannya.

Contoh lainnya, sebuah agensi marketing yang masih berkembang dapat menggunakan white label marketing untuk menawarkan layanan tambahan bagi kliennya saat ini.

Perusahaan besar pun dapat menggunakan white label marketing untuk membuat rencana marketing yang dimilikinya semakin matang sebelum dieksekusi.

Manfaat White Label Marketing

Melansir dari Indeed, berikut adalah beberapa manfaat dari white label marketing.

  • memungkinkan alokasi waktu dan sumber daya untuk proyek lain yang dimiliki brand atau perusahaan
  • menghemat biaya ketika brand atau perusahaan akan menjalankan marketing campaign-nya
  • meningkatkan keefektifan marketing plan yang dimiliki
  • dapat memberikan lebih banyak layanan marketing bagi klien dan konsumen
  • mendapatkan pendapatan tambahan dari layanan marketing yang semakin beragam
  • akses terhadap teknologi marketing terbaru yang bisa digunakan dan dimanfaatkan

Tips Melakukan White Label Marketing

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan setiap brand sebelum melakukannya.

Nah mengutip dari Indeed, berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan supaya white label marketing berjalan sukses.

1. Pertimbangkan kekuatan dan kelemahan perusahaan atau brand

Ketika akan melakukan white label marketing, pertimbangkan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan atau brand-mu.

Sebagai contoh, agensi A ingin menambah layanan yang bisa mereka berikan untuk klien.

Setelah dievaluasi, diketahui bahwa agensi A memiliki tim di bidang digital advertisement yang baik. Sehingga, agensi A memutuskan bahwa layanan digital advertising dilakukan secara in-house.

Ternyata, dari evaluasi tersebut juga diketahui bahwa agensi A kekurangan SEO writer.

Nah, supaya agensi A bisa memberikan layanan penulisan SEO untuk klien, mereka dapat melakukan white label marketing.

Dengan memikirkan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, suatu brand atau perusahaan dapat mendesain marketing plan dengan white label marketing yang sesuai kebutuhan.

2. Perjelas brand-mu dan gaya yang digunakan

Jika kamu ingin melakukan white label marketing, tips selanjutnya adalah dengan memperjelas deskripsi dan gaya brand-mu sendiri.

Kamu juga bisa membuat sebuah guide seputar gaya branding yang ingin digunakan untuk pihak eksternal yang akan menjalankan marketing plan-mu.

Dengan begitu, kamu akan terbantu dalam mengekspresikan ide dan tujuanmu terwakili oleh tim marketing eksternal tersebut.

3. Pikirkan layanan yang akan dibutuhkan klien atau konsumen

Terutama bagi perusahaan atau agensi, ketika berencana untuk melakukan white label marketing, pikirkan dan pertimbangkan layanan yang akan dibutuhkan oleh klien serta konsumenmu.

Sebagai contoh, perusahaan atau agensimu menyediakan layanan content writing untuk marketing campaign klien.

Lalu, beberapa klienmu saat ini memintamu untuk membuat konten di media sosial mereka sebagai bagian dari marketing campaign-nya.

Nah, kamu bisa mempertimbangkan melakukan white label marketing untuk memberikan tambahan layanan tersebut bagi klien-klienmu.

4. Analisis marketing campaign yang telah kamu lakukan sebelumnya

Ketika kamu akan melakukan white label marketing, pastikan untuk menganalisis marketing campaign yang telah dilakukan sebelumnya.

Analisis elemen marketing campaign apa saja yang sukses dilakukan dan bagian mana saja yang bisa diperbaiki.

Jika ada elemen marketing campaign yang sukses, lakukan secara in-house.

Lalu, apabila ada elemen yang bisa diperbaiki, kamu bisa pertimbangkan untuk melakukan white label marketing.

5. Evaluasi laporan keuangan

Melakukan evaluasi terhadap laporan keuangan membantumu mempersiapkan budget yang pas untuk melakukan white label marketing.

Kamu bisa membandingkan biaya untuk kegiatan marketing-mu dengan data penjualan.

Jika dirasa biaya marketing-mu berlebihan dan juga tidak membawa hasil memuaskan, kamu bisa mempertimbangkan untuk melakukan white label marketing.

Itu adalah beberapa informasi seputar white label marketing yang bisa kamu pelajari.

Intinya, melakukan white label marketing dapat membantu strategi marketing yang dimiliki suatu brand bersaing atau unggul dari kompetitor.

Comments