Penerapan dan Strategi Digital Marketing Produk Agribisnis

Comments · 100 Views

Teknologi informasi saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat dan banyak diterapkan di berbagai sektor, mulai dari sektor bisnis, industri, pertanian, dan sektor lainnya. Sektor-sektor tersebut berlomba-lomba memanfaatkan teknologi informasi yang mampu membantu kegiatan merek

Pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2018-2022. Tahun 2018 mencapai presentase 39,90% terus berkembang pesat hingga tahun 2022 mencapai 66,48%. Melihat perkembangan tersebut menjadikan peluang bagi Indonesia untuk memanfaatkannya sebagai sumber keuntungan yang dapat meningkatkan perekonomian negara, salah satunya yaitu pemasaran digital atau e-marketing. Adanya internet ini menjadi salah satu penyebab bergesernya marketing menuju e-marketing. Marketing tetap dilakukan untuk mencari konsumen, sedangkan e-marketing dilakukan sebagai penguatan hubungan antara produsen dengan konsumen (Kotlet et al., 2017).

Digital marketing merupakan salah cara yang efektif dalam memasarkan produk pertanian yang mampu menjangkau konsumen lebih luas. Digital marketing menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan pemasaran produk pertanian, dimana saluran pemasaran yang masih relatif panjang, sehingga dapat merugikan petani sebagai produsen. Hal ini disebabkan karena lokasi lahan produksi yang terletak jauh dan sebagian besar petani sebagai produsen tidak memiliki akses pasar secara langsung. Akan tetapi banyak juga petani yang masih belum memahami penggunaan teknologi internet dalam memasarkan produk mereka. Oleh karena dalam essay ini akan dipaparkan bagaimana penerapan digital marketing pada produk pertanian beserta strategi tepat yang harus dilakukan.

Digital marketing merupakan suatu kegiatan memasarkan produk dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk menjangkau konsumen lebih luas, efektif, dan efisien. Digital marketing dapat memberikan akses jangkauan pasar baru dan meningkatkan visibilitas produk pertanian yang dihasilkan petani. Petani sebagai produsen produk pertanian dapat memasarkan produknya melalui berbagai platform seperti situs web, social media, dan lainnya untuk mempromosikan dan membangun hubungan dengan pelanggan. Beberapa manfaat digital marketing produk agribisnis yaitu (Sekali, 2023) :

Memperluas jangkauan pasar yang lebih luas melalui berbagai platform marketing yang dengan mudah dapat dijangkau konsumen.
Meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam kegiatan pemasaran. Melalui media pemasaran tersebut produsen dan konsumen dapat dengan mudah melakukan negosiasi, menampilkan informasi produk secara jelas dan akurat, sehingga meningkatkan transparansi pemasaran.
Dapat membantu memahami prefensi dan tren konsumen. Produsen dapat melakukan interaksi untuk mengetahui prefensi konsumen saat itu baik melalui survey online, media social, atau pesan. Sehingga produsen dapat dengan mudan menentukan strategi apa yang harus dilakukan agar produk dapat diterima konsumen.
Menciptakan presensi online yang kuat dengan memperkenalkan produk pertanian ke konsumen melalui strategi promosi dan iklan
Membangun kepercayaan dan mempertahankan hubungan dengan konsumen dengan cara memberikan konten-konten menarik mengenai pertanian, memberikan umpan balik dan masukan dari konsumen.
Membantu memahami data dan informasi pasar apakah terjadi peningkatan permintaan produk tertentu atau tidak, sehingga petani dapat fokus menyesuaikan strategi harga dan pemasaran untuk memenuhi permintaan.
      
Renungan Tema Natal 2023 KWI dan PGI: "Kemuliaan bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi"
Kompasiana.com
Recommended by
Keberlahasilan pemasaran digital ini agar keuntungan dan manfaatnya dapat dirasakan baik bagi produsen maupun konsumen, perlu memperhatikan beberapa strategi pemasaran yang tepat, yaitu (Sekali, 2023) :

Menentukan saluran pemasaran yang tepat yaitu dengan mengenali karakteristik pasar, anggaran pemasaran, penilaian risiko, dan pertimbangan faktor internal maupun eksternal
Menentukan harga yang sesuai dengan kebutuhan pasar dengan menganalisis biaya, pesaing, dan permintaan konsumen.
Melakukan pengembangan interaksi atau pesan yang menarik konsumen
Membuat branding produk yang unik dan dapat diterima konsumen
Salah satu contoh studi kasus penerapan digital marketing oleh petani yaitu Tani Niaga yang dikelola oleh Dinas Pertanian di Kabupaten Grobongan, Jawa Timur (Shodiq, 2019). Pemasaran produk dilakukan melalui situs web Tani Niaga, dimana konsumen dapat mencari dan memperoleh produk pertanian sesuai dengan informasi yang tersedia. Kemudian konsumen melakukan pemesanan produk dengan menghubungi petani dan melakukan kesepakatan transaksi, harga, kualitas, jumlah, pengiriman, dan pembayaran. Adanya digital marketing ini petani dapat merakan beberapa manfaat yaitu :

Menjadi alternative pasar baru yang mampu menjangkau konsumen lebih luas
Dapat meningkatkan penerimaan petani dengan menjual harga produk yang lebih tinggi
Dapat meningkatkan promosi dan mampu memotivasi petani untuk terus meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan
Adanya digital marketing, petani dapat membangun hubungan dengan pelanggan baru
Akan tetapi dalam penerapannya, masih terdapat beberapa kendala yang dirasakan yaitu dukungan pendanaan pemerintah yang belum optimal, keterbatasan SDM di bidang TI, rendahnya pengetahuan petani terhadap potensi TIK, dan budaya masyatakat pada pola transaksi tradisional yang masih melekat. Oleh karena perlu diterapkan suatu strategi agar penerapan pemasaran digital ini dapat berlangsung lama dan memberikan keuntungan. Strategi pemasaran yang dilakukan yaitu :

Dinas pertanian melakukan kerjasama dengan pihak swasta dalam meningkatkan sumber pendanaan, edukasi, dan promosi iklan
Peningkatkan edukasi dengan menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya penggunaan teknologi informasi dalam pemasaran produk pertanian
Penerapan digital marketing dikelola oleh organisasi swasta dalam pengawasan dinas pertanian, agar dapat terlaksana sesuai dengan visi dan misi yang ingin dicapai.

 

 

 

Comments