Pemanfaatan Informasi Geospasial dalam Strategi Marketing

Comments · 125 Views

STRATEGI pemasaran dan periklanan berkembang pesat seiring perkembangan dunia teknologi digital dan mobile aplikasi dalam dunia bisnis.

Target pasar dan pelanggan pada saat ini dapat dideteksi dan dijangkau dengan menggunakan perangkat teknologi berbasis lokasi (location-based technologies) dan perangkat media sosial. Integrasi teknologi berbasis lokasi atau teknologi informasi geospasial dengan perangkat media sosial dapat digunakan untuk mengarahkan target pelanggan pada suatu produk, layanan dan lokasi toko tertentu, baik secara offline maupun online, dengan lebih cepat dan sesuai dengan preferensi dan karakter pelanggan.

Teknologi informasi geospasial dalam bentuk Global Navigation Satelitte System (GNSS) dipadukan dengan teknologi pemetaan dalam ruang (indoor mapping, indoor positioning technology) termasuk perangkat Wi-Fi dan bluetooth semakin memberikan kemudahan dalam menyampaikan penawaran produk yang lebih segmented, lebih terarah, lebih personal dan sesuai dengan selera pelanggan, serta mempertimbangkan kedekatan lokasi fisik pelanggan. Data yang ditulis geospatial world (2023) tercatat bahwa pemanfaatan teknologi berbasis lokasi dalam strategi pemasaran dapat meningkatkan engangement atau keterikatan penjual dengan pelanggan hingga 28,5 persen. Bagaimana informasi geospasial dapat berperan penting dalam dunia periklanan dan pemasaran produk? Paling tidak ada tiga hal. Pertama, proximity marketing atau pemasaran berdasarkan kedekatan dan jarak. Pemasaran ini menggunakan teknologi GNSS dan teknologi lokasi bluetooth pada mobile device dari pelanggan untuk membuat pemetaan virtual tentang batas geografis, batas wilayah, zonasi. Hal itu dapat dimanfaatkan sebagai data input pada software, untuk memberikan pesan pribadi dalam bentuk teks pada pelanggan, ketika perangkat seluler memasuki suatu batas wilayah tertentu. Itulah mengapa kadangkala kita mendapatkan pesan penawaran produk tertentu, yang sesuai dengan karakter dan keinginan kita, ketika melewati kawasan tertentu. Teknik ini juga dikenal sebagai geofencing, di mana sistem dapat melakukan deteksi dalam suatu jarak radius tertentu terhadap suatu point of interest, bisa berupa gedung atau tempat terbuka tertentu. Strategi ini ternyata tidak saja meningkatan jumlah kunjungan pelanggan, namun juga turut membangun ikatan dengan pelanggan secara lebih personal, dengan memberikan penawaran produk yang sesuai dengan preferensi, keinginan, dan kebutuhan pelangggan, dan kadang penawaran harga yang lebih atraktif. Kedua, menurut publikasi Geospatial World, informasi geospasial berguna untuk membangun analisis segmentasi pasar. Segmentasi pasar diperlukan dalam dunia bisnis retail dalam rangka seleksi produk yang lebih sesuai, dengan berbasis pada perilaku pelanggan, letak geografis pelanggan, karakteristik lokal, dan kebutuhan lokal. Segmentasi pasar (marget segmentation) dilakukan lebih efektif dan efisien dengan menggunakan teknologi sistem informasi geospasial, teknologi dan aplikasi berbasis lokasi yang diintegrasikan dengan data demografi, data karakter dan selera lokal. Komunikasi dengan target pasar yang telah teridentifikasi berdasarkan segmentasi tersebut kemudian dapat dilakukan dengan memberikan penawaran dan produk tertentu. Ketiga, informasi geospasial dapat mendukung pengembangan digital out-of-home lebih maju. "Digital out of home" (DOOH) merujuk pada bentuk iklan digital yang ditampilkan di media luar ruangan atau tempat umum. Istilah ini mengacu pada iklan yang menggunakan teknologi digital seperti layar LED, layar sentuh, atau proyektor untuk menampilkan pesan-pesan iklan di tempat-tempat seperti alun-alun, jalan raya, bandara, pelabuhan, stasiun kereta, mal, dan area publik lainnya. Alih-alih menggunakan material keras untuk pemasaran luar ruang (billboard, papan reklame dan spanduk), seperti pemasaran klasik yang selama ini kita lihat, DOOH menawarkan pemasaran luar ruang secara digital. Penempatan DOOH dengan lebih tepat, sesuai dengan target pelanggan dapat dilakukan dengan menggunakan analisis persebaran kewilayahan menggunakan informasi geospasial. Selain itu pelanggan yang berinteraksi dengan DOOH dapat dilacak ulang melalui data pada mobile aplikasi dan kemudian ditarget kembali untuk pemasaran dan promosi yang lebih efektif dan atraktif. Pemanfaatan teknologi informasi geospasial untuk mendukung strategi pemasaran ini merupakan bagian dari geointelijen dalam dunia bisnis. Tantangannya adalah apakah pemanfaatan teknologi informasi geospasial dalam strategi pemasaran tersebut juga dapat dilakukan oleh para pengusaha UMKM kita? Tentu perlu fasilitasi, pelatihan dan pendampingan bersama.

Comments