Strategi marketing Untuk Meningkatkan Penjualan UMKM

Comments · 145 Views

Dunia usaha sebagai tempat dari pemasaran terus berubah dari waktu ke waktu, perubahan dalam dunia pemasaran adalah suatu keniscayaan, seperti halnya ilmu pengetahuan yang dinamis dan selalu berubah. Adanya teknologi komputer yang semakin canggih mempe

Transaksi bisnis online adalah   fenomena   bisnis   baru.   Salah   satu   manfaat   internet   sebagai   sarana memperkenalkan  dan  memasarkan  produk  atau  jasa  Anda.  Dari  segi  finansial,  pemasaran online sangat menjanjikan dalam hal meningkatkan keuntungan operasional. Pemberdayaan dan  pengembangan  Usaha  Mikro,  Kecil  dan  Menengah  (UMKM)  merupakan  upaya  yang dilakukan   oleh   pemerintah   Indonesia   untuk   mengatasi   masalah pengangguran   dan kemiskinan. (Setiawati  &  Widyartati,  2017).

Menurut  UU  No.  20  Tahun  2008  UMKM didefinisikan  sebagai  berikut:  “Perusahaan  manufaktur  yang  dimiliki  oleh  orang perseorangan atau entitas ekonomi individu yang memenuhi kriteria usaha mikro memiliki kekayaan bersih tidak lebih dari Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah), tidak termasuk tanah dan bangunan dimana perusahaan adalah pemilik atau pemiliknya. Hasil penjualan tahunan tidak lebih dari Rp. 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah)”. (UU No. 20 Tahun 2008).

Strategi Marketing Untuk Meningkatkan Penjualan UMKM Menggunakan Model AIDA

Penggunaan metode digital marketing dengan model AIDA (Attention, Interest, Desire, dan Action), 

  1. Attention  (Perhatian)  yaitu  memberikan  perhatian  kepada  konsumen  dengan  cara menampilkan   produk, produk   dengan   kemasan   terbaru,   menarik   perhatian   dengan memasarkan produk-produk dengan tampilan yang menarik di media sosial dan aplikasi e-marketing.
  2. Interest adalah langkah setelah seorang pemasar mampu untuk membuat sebuah media informasi tersebut agar dapat mengandung daya tarik bagi konsumen, seorang pemasar haruslah memikirkan sebuah media informasi agar dapat mengandung minat bagi calon pelanggan atau konsumennya tersebut.
  3. Desire, Selanjutnya langkah yang harus dilakukan oleh seorang pemasar ialah memunculkan keinginan untuk mencoba atau memiliki, dimana dalam tahapan ini pemasar haruslah jeli atau pintar membaca target atau konsumen dalam tahapan ini.Langkah ini untuk membuktikan bahwa seorang pemasar mampu memberikan solusi yang tepat dalam melakukan sebuah keputusan bagi konsumen.
  4. Action, Dalam tahapan yang paling pusat ini seorang pemasar haruslah sudah mengarah pada tindakan untuk membeli. Dalam tahapan action ini menjelaskan langkah apa yang  ilakukan oleh seorang pemasar dalam menginginkan untuk pembaca atau target melakukan keputusan untuk membeli. Membimbing pembaca atau target karena pembaca atau target akan bertindak jika seorang pemasar menjelaskan langkah-langkahnya dan kadang juga perlu diinformasikan masalah harga untuk tindakan tersebut.

4 Strategi Marketing Untuk Meningkatkan Penjualan Produk UMKM

1. Riset dan analisa Produk

Sebelum lebih dalam membahas strategi marketing yang akan digunakan, penting untuk mengetahui apakah produk yang akan Anda pasarkan merupakan produk yang dicari banyak orang atau tidak. Hal ini dilakukan untuk menghindari upaya yang sia-sia jika ternyata produk yang Anda pilih tidak ada peminatnya.

2. Riset dan analisa Kompetitor

Analisis kompetitor adalah proses ketika perusahaan mencoba untuk mendefinisikan dan memahami bisnisnya, mengidentifikasi pesaingnya, menentukan kekuatan dan kelemahan para pesaingnya, dan mengantisipasi langkah mereka.

Tujuan Analisis Kompetitor untuk Bisnis

Jika kamu masih ‘meraba-raba’ performa kompetitor alias menganalisisnya berdasarkan dugaan dan intuisi, memang boleh-boleh saja.

Namun, cara tersebut akan memunculkan blindspot atau sisi-sisi yang tak teranalisis. Akibatnya, informasi yang didapatkan tidak cukup memadai untuk diolah menjadi strategi yang tajam dan tepat sasaran.

Karenanya dilakukanlah analisis kompetitor yang lebih rapi dan detail serta memberikan gambaran lebih menyeluruh.

Berikut ini adalah hal lain dari tujuan analisis kompetitor:

  •  Mengidentifikasi kompetitor terkuat dalam bidang bisnismu.
  •  Mengetahui strategi kompetitif.
  • Mengantisipasi tindakan yang diambil oleh kompetitor yang bisa merugikan bisnismu.
  • Memindai reaksi kompetitor saat kamu membuat keputusan dan tindakan pada bisnis yang mempengaruhi mereka.
  • Mempengaruhi pola dan aksi dari keputusan bisnis kompetitor dengan cara yang memberikan dampak positif terhadap bisnismu
  • 3. Memaksimalkan Media Marketplace

    Marketplace adalah salah satu wadah terbaik bagi para pemula untuk berbisnis online. Namun, untuk mendapatkan hasil terbaik, terdapat cara-cara yang tepat pula untuk menggunakan marketplace. Gunanya adalah untuk menjangkau calon pelanggan yang lebih luas.

    Anda perlu memilih judul penjualan produk yang banyak dicari konsumen untuk meletakkan iklan di marketplace. Hal ini bertujuan untuk menciptakan brand awareness produk Anda dan bisa membantu mendongkrak penghasilan. Marketplace pun juga sudah beragam saat ini seperti Tokopedia, Blibli, Shopee dan lainnya.

     

    4. Beriklan di Google Ads untuk Meningkatkan Penjualan

    Iklan online memungkinkan Anda untuk menampilkan iklan kepada orang yang kemungkinan tertarik dengan produk dan layanan Anda, sambil menyaring orang yang tidak tertarik. Anda juga dapat melacak apakah orang tersebut mengklik iklan. Iklan online juga memberi Anda peluang untuk menjangkau calon pelanggan ketika mereka menggunakan berbagai perangkat — desktop, laptop, tablet, dan ponsel cerdas.

    Google Ads memungkinkan Anda memaksimalkan manfaat iklan online: menampilkan iklan kepada orang yang tepat, di tempat yang tepat, dan pada waktu yang tepat. Google Ads menawarkan sejumlah manfaat, berikut beberapa yang terpenting:

    1. Menargetkan iklan Anda

    2. Mengontrol biaya Anda

    3. Mengukur kesuksesan Anda

    4. Mengelola kampanye Anda

Comments