Usaha Modal 150 Ribu Sahabat Jadi Pengusaha

Komentar · 31 Tampilan

Paling enak memang punya sahabat jadi pengusaha. Bersama mereka usaha modal 150 ribu. Hasilnya itu sangat mengejutkan karena untung jutaan rupiah. Norma Pawestri dan Nurinda Fauzia bersama- sama membangun usaha fashion unik.

Paling enak memang punya sahabat jadi pengusaha. Bersama mereka usaha modal 150 ribu. Hasilnya itu sangat mengejutkan karena untung jutaan rupiah. Norma Pawestri dan Nurinda Fauzia bersama- sama membangun usaha fashion unik.

 

Norma yang akrab dipanggil Fha dan Nurinda yang akrab dipanggil Chichi, yang berjualan tote bag, sling bag, boneka, dan bantal. Terunik mereka membuat gantungan kunci berbahan kain. Bentuknya unik dari gambar bungkus mie instan, susu UHT, dan bahkan teh botol Sosro.

 

Keduanya tidak memiliki latar belakang pengusaha. Tidak pernah berjualan sebelumnya tetap nekat. Fha sendiri lulusan Akuntansi STIE YKPN, Yogyakarta, sementara Chichi sendiri lulusan Arsitektur di UGM. Tentu mereka memiliki jenjang pendidikan layak tanpa capek usaha.

 

Jadi Pengusaha

 

Keputusan menjadi pengusaha memang sulit. Usaha yang bernama Halokamu dimulai 2016 silam di Yogyakarta. Berawal Chichi yang senang menggambar, sedangkan Fla juga sudah mulai berjualan. Fla meyakinkan Chichi buat berdagang.

 

“Dengan ketrampilan dan pengalaman kami punya, akhirnya kami memutuskan membuka usaha,” ujar merekapa kepada Detik.com

 

Brand bernama Halokamu terasa Indonesia banget. Mudah diingat orang lain. Halokamu akan berasa mereka menyapa kita. Modal Rp.150 ribu dipakai buat produksi kemudian dipajang. Mereka foto- foto produknya kemudian diunggah ke Instagram dan Facebook.

 

“Modalnya memang sangat minim, saat menjalankan bisnis memang kami memang menyiapkan ide, niat dan sedikit modal,” ucap dua sahabat jadi pengusaha ini. Lantas memanfaatkan sosial media yang dianggap efektif menarik banyak orang.

 

Fha awal membuat aneka produk bertemakan makanan. Tentu semua didasari kesukaan keduanya akan camilan Indonesia. Mereka ingin produk unik, menarik, dan cocok digunakan semua kalangan. Bisa menjadi oleh- oleh khas dari anak- anak sampai dewasa.

 

Ketika camilan dituangkan dalam produk maka semua senang. Yang dibuat merupakan produk- produk kegemaran masyarakat. Makanan lebih membangkitkan kenangan masyarakat melihat. Produk paling laku dijual totebag dan bantal makanan ringan Indonesia.

 

Mereka menghasilkan omzet Rp.5 juta perbulan. Bila musim liburan mampu meraup lebih banyak. Itu dijual melalui sosial media terutama Instagram. Mereka tidak lupa ikut pameran, berjualan offline juga dilakukan lewat toko oleh- oleh dan kolaborasi influencer.

 

Halokamu juga membuka reseller untuk memasarkan produk. Untuk produksi mereka mempekerjakan dua karyawan partime. Fha dan Chichi mengajak terutama mahasiswa bekerja. Tujuannya ikut serta membangun mental wirausahawan.

 

Mereka mengajak mahasiswa ikut mengisi waktu senggang. Mereka bekerja sembari berkuliah. Tugas mereka antara lain menjahit dan bertanggung jawab produk. Pembuatan produk biasanya butuh waktu 4- 7 hari. Itu tergantung jenis produk serta kerumitan desain pesanan.

 

Halokamu memproduksi totebag, sling bag, pouch, stiker, pouch sedotan, gantungan kunci, tas belanja, buku catatan, scarf, sampai casing hp. Halangan bisnis terbesar Halokamu adalah tenaga kerja. Mereka sulit mendapatkan pegawai memenuhi kualifikasi.

 

Fha dan Chichi kesulitan menemukan orang pintar gambar sealiran. Mereka meyakini desain gambar dituangkan tidak boleh berubah. Mereka ingin hasil gambar sampai palet warna sama. Cara gambar harus sama karena beda tangan, maka akan beda pula hasil gambarnya.

 

“Beda tangan itu akan beda hasil gambarnya. Kami tidak mau itu,” ujarnya. Harga jual Rp.100 ribu- 130 ribu dibeli di Instagram @halokamu.

 

Terimakasih telah membaca di Aopok.com semoga bermanfaat, mulai lah buat iklan gratis di Iklans.com dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Piool.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com dan join di komunitas Topoin.com.

Komentar