5 cara Meningkatkan Konversi Serta Ranking SEO Anda (Revamp) - Asosiasi Digital Marketing

Comments · 155 Views

Revamp adalah salah satu strategi digital marketing yang bertujuan untuk merubah tampilan dan isi website agar konversi dan peringkat SEO meningkat. Hal tersebut dilakukan untuk merubah tampilan website agar lebih menarik, serta meningkatkan performa layanan di website.

Cara Revamp yang Baik Tanpa Merusak SEO

  1. Desain website responsive

Alangkah baiknya, kamu membangun website dengan mindset  Harus Responsip . Mengapa? karena setiap tahunnya menurut data Google, akses internet melalui Mobile Device selalu melonjak pesat. Jika website-mu tidak responsive, maka tampilannya akan berantakan di layar smartphone pengunjung nantinya.

Hal tersebut tentu berakibat fatal sama User Experience mereka. Bukannya membuat nyaman, yang ada mereka malah langsung meninggalkan website kamu.

Pas Revamp, pastikan juga untuk mengatur ukuran tombol Call To Action (CTA). Sebab ukuran tombol di desktop dengan di layar smartphone jelas berbeda. Kamu tentu tidak ingin ukuran tombolmu terlihat kebesaran  atau kekecilan di layar HP pengunjung bukan ?.  

  1. Auditing Website

Ketika akan melakukan revamp, tanyakan terlebih dahulu kepada developer website mengenai hasil audit website. Jangan langsung asal perbaiki. di sini kamu wajib tau mana elemen yang harus di optimalkan kembali seperti Meta tag, dan URLnya.

Minta juga Listing SEO website-nya contoh keyword yang sudah dioptimasi  / sudah terindeks. Cek kembali struktur URL website dengan tools yang ada atau eksplorasi sendiri.

  1. Struktur Website dan URL

Dalam website-mu coba periksa kembali strukturnya. Pastikan semua menu dapat diakses pengunjung kamu. Lihat kembali ada tidaknya broken link di sana. Jika ada, maka memperbaiki broken link yang ada merupakan salah satu agenda revamp mu nanti.

Jika ada 3 url berbeda namun masuk halaman yang sama, gunakan redirect 301 ke satu halaman yang ingin digunakan. Atau gunakan canonical url. Cannonical dipakai jika kita memiliki 2 halaman yang sama namun yang asli Cuma 1.

 

Atau kamu bisa menggunakan domain berbeda saat melakukan revamp website agar tidak dianggap duplicate jika terindeks google.

Last, periksa selalu perkembangan algoritma google sebab proses revamp kita mengacu pada update yang mereka lakukan.

  1. Temporary URL

Saat suatu website di revamp lalu terindeks halaman utamanya, maka hal tersebut akan dianggap duplicate content oleh Google. Jadi sangat disarankan untuk membuat Temporary URL sebelum melakukan revamp.

Nantinya meskipun masih bisa di crawl oleh google, hasil revampnya tidak akan terindeks dan tidak akan dianggap duplicate content.

  1. Search Engine Optimization (SEO)

Terakhir namun tidak kalah penting, SEO yang ada di websitemu -juga harus kamu perhatikan terlebih dahulu. Baik itu On-Page maupun Offpage-nya. Pastikan kembali apa yang kamu targetkan terdapat pula pada bagian :

  • Title & Meta Description
  • Heading (H1-H4)
  • Isi Konten
  • Image & Alt Image
  • Schema Markup

Setiap konten yang kamu update akan sangat mempengaruhi Schema Markup yang sudah kamu terapkan sebelumnya. Cek kembali dan sesuaikan perubahan konten yang baru di-update dengan Schema yang diinginkan.

Dan untuk gambar, pastikan berikan pula Alt image agar google bisa mendeteksi gambar apa yang ditampilkan. Sebab mereka tidak mengenali gambar tanpa adanya alt image-nya.

Tracking & Analisa Hasil Revamp

Setelah melakukan revamp, jangan berhenti disitu saja. Coba tracking kembali hasil yang kamu lakukan. Kamu bisa menggunakan tools google search console untuk mengetahui performa revamp.

Perbaiki apa yang bisa diperbaiki, update apa yang bisa kamu update. Proses revamp belum cukup dilakukan 1 kali saja dan bersifat jangka panjang juga terus menerus.

Pantau terus performa website kamu dan apa yang Google update. Coba kunjungi sendiri website-mu apakah cukup mobile friendly / responsive tidaknya. Karena akan sangat berpengaruh pada GoogleBot.

Keyword tidak akan hilang saat revamp, jika kita me-managed nya dengan baik.

  • Audit halaman sebelum di-revamp.
  • User Interface nya harus semakin baik setelah revamp.
  • Gunakan AMP Mobile Friendly untuk smartphone bot
  • Perbaiki dengan benar struktur
  • Cek update algoritma google terbaru sebelum revamp, untuk kita pakai setelah
Comments