Ide Bisnis Kuliner Asal Sumatera Barat yang Menggoyang Lidah

Comments · 163 Views

Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang cocok untuk dikunjungi wisatawan. Provinsi yang disebut-sebut sebagai surga kuliner ini memiliki makanan tradisional yang identik dengan masakan Minang. Tidak heran jika banyak orang yang tertarik untuk membuka bisnis kuliner asal Sumatera

Tidak hanya rendang, Sumbar juga punya banyak makanan khas yang bisa dijadikan inspirasi bisnis. Mulai dari dendeng, kari, sate, soto, dan lain sebagainya. Nah, untuk informasi lebih lanjut, simak ulasannya dibawah ini ya!

1. Sate Padang

Sate padang merupakan salah satu kuliner olahan daging yang populer di Sumatera Barat. Mungkin beberapa orang kesulitan membedakan sate padang karena bentuknya yang berbeda-beda. Sekedar informasi, sate Padang digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu sate Padang, sate Padang panjang, dan sate Pariaman.

Selain berasal dari daerah yang berbeda, ketiga sate tersebut juga tersedia dalam aneka masakan bumbu kacang. Ide bisnis kuliner asal Sumatera Barat ini dibuat dengan bumbu kacang yang kental dan memiliki tekstur seperti bubur. Sedangkan sate Pariaman disajikan dengan kuah merah, lalu sate Padang panjang biasanya disajikan dengan bumbu kuning.

Untuk berbisnis sate padang, Sahabat Wirausaha harus menyediakan berbagai peralatan seperti etalase, kompor dan gas, panci, pengaduk, wadah, cobek, ulekan, piring, sendok, garpu, pisau, meja dan kursi dan peralatan tambahan lainnya.

Kemudian bahan-bahan yang siapkan seperti lidah sapi, daging sapi, jantung sapi, hati sapi, minyak goreng, air, cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, ketumbar, merica kasar, jinten, kunyit garam, lengkuas, serai, daun kunyit, tepung beras, bawang goreng dan lotong.

Jadi jika disimpulkan, mendirikan usaha sate padang kurang lebih membutuhkan modal Rp13-15 juta. Namun tidak perlu khawatir, karena sate padang sendiri banyak digemari oleh masyarakat Indonesia dari berbagai usia, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa.

2. Lontong Sayur

Lontong sayur merupakan makanan tradisional khas Padang yang sama populernya dengan rendang. Makanan yang biasa disantap untuk sarapan ini memiliki cita rasa lezat dan kaya akan rempah. Kuah santannya yang kental dan bumbunya yang lezat mampu memikat para penikmat kuliner di seluruh tanah air. Karenanya, Sahabat Wirausaha bisa menjadikan kuliner ini sebagai ide bisnis yang menjanjikan.

Adapun persiapan bahan yang diperlukan seperti lontong, serai, gula, minyak goreng, daun salam, garam, lengkuas, buncis, santan, labu siam, cengkeh, bawang merah, kecap manis, telur ayam, bawang putih, kemiri, cabai merah besar, kerupuk dan bawang goreng.

Sedangkan peralatan yang dibutuhkan mulai dari etalase, meja, kursi, kompor, gas, wadah, panci, spatula, pisau, blender, mangkuk, sendok dan peralatan lainnya. Lalu modal untuk berjualan berkisar Rp 10-12 jutaan.

Kabar baiknya, lontong sayur ini hampir disukai semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Karena rasanya yang enak dan bergizi, tidak heran jika kuliner ini kerap dijadikan sarapan dipagi hari. Nah, agar memaksimalkan potensi keuntungan, sebaiknya jual lah kuliner ini di lokasi ramai seperti pemukiman warga, pinggir jalan atau mungkin di depan rumah Sahabat Wirausaha.

3. Lamang

Inilah jajanan tradisional khas Sumatera Barat yang masih ada hingga saat ini. Lamang merupakan olahan manis berupa ketan yang dipadukan dengan santan. Nantinya ketan tersebut dibungkus dengan daun pisang, lalu dimasukkan ke dalam bambu, kemudian dibakar.

Ide bisnis satu ini memang cukup menjanjikan. Apalagi lamang sangat cocok disantap di segala cuaca, baik pada hujan maupun pada musim panas. Adapun bahan-bahan yang harus disiapkan untuk berbisnis Lamang seperti beras ketan, bambu muda, daun pisang, kelapa, garam, santan kental, daun pisang, teh, gula merah, daun pandan dan air.

Sedangkan dari segi peralatan meliputi etalase/gerobak, mesin pemarut kelapa, timba, pisau, meja, kursi. berbagai wadah, nampan, serbet, piring, sendok, pengemas dan peralatan tambahan lainnya. Jadi jika ditotal, modal usaha yang dibutuhkan kurang lebih sebesar Rp10-Rp12 juta.

Tidak bisa dipungkiri, lamang menjadi salah satu kuliner khas yang sangat populer. Pangsa pasar nya juga cukup bagus serta mudah diterima oleh semua kalangan. Apalagi ditunjang dengan berbagai bahan baku yang bisa didapatkan secara mudah dan dengan biaya terjangkau.

4. Bika Talago

Musim hujan segera tiba, pasti banyak orang yang ingin menghangatkan diri dengan menyantap makanan manis seperti bika talago. Ya, ide bisnis kuliner asal Sumatera Barat ini umumnya disajikan selagi masih hangat.

Perpaduan tepung beras, parutan kelapa, serta gula merah dan putih memberikan rasa gurih dan manis pada bika talago. Tidak heran jika hidangan satu ini sangat disukai masyarakat Indonesia, sehingga bisa menjadi bisnis kuliner yang menjanjikan.

Untuk menjalankan bisnis kuliner ini, Sahabat Wirausaha harus menyediakan berbagai bahan-bahannya seperti tepung beras, tepung singkong, gula pasir, santan, kelapa parut, teh baking powder, dan daun waru.

Sedangkan peralatan yang dibutuhkan meliputi etalase/gerobak, mesin oven roti, kompor dan gas, pisau, meja, kursi, loyang, wadah, piring, sendok, garpu, mesin parut kelapa, gelas, nampan, serbet, pengemas dan peralatan tambahan lainnya.

Berdasarkan deskripsi bahan dan peralatan yang sudah disebutkan diatas, membuka bisnis bika talago membutuhkan modal berkisar Rp10-12 juta. Kabar baiknya, kuliner ini sangat disukai masyarakat Indonesia bahkan hingga mancanegara. Biasanya bika talago disuguhkan untuk menjamu tamu atau sekedar pemanis dalam sebuah acara.

Bisnis ini juga bisa dijalankan oleh ibu rumah tangga, pedagang, petani, karyawan, pegawai, buruh, mahasiswa, pelajar dan profesi lainnya. Bagaimana, tertarik untuk mencobanya?

5. Dendeng Balado

Masakan Sumatera Barat nampaknya didominasi oleh olahan daging sapi. Selain sate padang dan rendang, Sahabat Wirausaha juga bisa mencoba ide bisnis dendeng balado ini.

Hidangan daging sapi ini diiris tipis, digoreng, dan ditaburi bumbu balado yang kaya akan rempah sehingga memiliki cita rasa kuat. Di Indonesia sendiri banyak restoran atau rumah padang yang menyediakan menu ini sebagai lauk pauk.

Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk membuka bisnis ini meliputi daging sapi, garam, minyak goreng, jeruk nipis, cabai merah, bawang merah dan daun jeruk. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan diantaranya etalase/gerobak, kompor gas, penggoreng, gerabah, meja, kursi, sendo, garpu dan peralatan lainnya.

Dari deskripsi diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa modal yang dibutuhkan untuk membuka usaha dendeng balado kurang lebih Rp2-3 juta. Terlepas dari hal itu, sebaiknya cari lokasi berjualan di tempat-tempat ramai seperti pinggir jalan, lokasi pemukiman warga atau membuka rumah makan padang.

6. Rendang

Pasti Sahabat Wirausaha sudah tahu makanan khas Sumatera Barat yang legendaris ini. Rendang adalah menu yang terbuat dari olahan daging sapi dengan berbagai bumbu rempah, sehingga memiliki cita rasa yang kuat dan lezat.

Seperti yang kita tahu, berbagai bumbu dan rempah yang digunakan untuk mengolah rendang mengandung antiseptik. Meski kini rendang sudah banyak tersedia di berbagai daerah, namun ide bisnis kuliner asal Sumatera Barat ini tidak pernah sepi peminat.

Bahan-bahan yang dibutuhkan juga mudah ditemukan dipasaran seperti daging sapi, bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, daun salam, lengkuas, sereh, merica bubuk, kelapa, santan, garam, gula merah, vitsin dan ketumbar.

Kemudian peralatan yang dibutuhkan meliputi etalase/gerobak, wajan penggorengan, spatula, kompor dan tabung gas, piring sendok, garpu, meja, kursi, nampan, serbet, dan peralatan tambahan lainnya. Jika ditarik kesimpulan, modal yang dibutuhkan untuk berbisnis rendang kurang lebih Rp2.5 juta sampai Rp3 juta.

Untuk pangsa pasarnya sendiri tidak perlu diragukan karena kuliner ini hampir disukai seluruh masyarakat Indonesia, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Menjalankan bisnis ini, sebaiknya dibarengi dengan masakan padang lainnya. Sedangkan dari lokasi berjualan, bisa di tempat-tempat ramai seperti pinggir jalan, perumahan hingga foodcourt mall.

Penutup

Comments